banjir, polder, dan reklamasi
Banjir Jakarta awal tahun 2007 ini membuat saya menyadari seperti apa sih rasanya kena bencana. Rumah yang saya tinggali kebanjiran setinggi 1 meter, di jalan depan sampai 1,5 meter. Kami sekeluarga cukup terpukul dengan peristiwa ini.
Menyusul peristiwa ini, banyak orang (awam, akademisi, pejabat pemerintahan) yang bicara tentang bagaimana cara mengatasi masalah banjir di Jakarta. Isu banjir pun jadi barang dagangan calon Gubernur DKI di musim kampanye. Salah satu alternatif yang ditawarkan adalah menerapkan sistem polder untuk sistem drainase kota. Sistem ini sebenarnya sudah direncanakan sejak awal desain kota Batavia jaman baheula. Tapi sayangnya sampai sekarang pemerintah jakarta belum berhasil mewujudkannya, paling tidak dalam bentuk pembangunan banjir kanal timur. Bicara polder tidak akan lepas dari reklamasi dan pembangunan kawasan tepian air (sungai & laut khususnya). Saat ini saya dilibatkan dalam proses perencanaan sebuah kawasan "kota baru" di semarang, tepi laut jawa. Caranya dengan mereklamasi daerah pantai serta membuat sebuah pulau baru di sisi utara kota ini.
Sekedar berbagi, ada 2 tulisan saya berkait dengan polder dan reklamasi yang bisa dibaca di portal berita iptek.
" Polder adalah sekumpulan dataran rendah yang membentuk kesatuan hidrologis artifisial yang dikelilingi oleh tanggul (dijk/dike). Pada daerah polder, air buangan (air kotor dan air hujan) dikumpulkan di suatu badan air (sungai, situ) lalu dipompakan ke badan air lain pada polder yang lebih tinggi posisinya, hingga pada akhirnya air dipompakan ke sungai atau kanal yang langsung bermuara ke laut. Tanggul yang mengelilingi polder bisa berupa pemadatan tanah dengan lapisan kedap air, dinding batu, dan bisa juga berupa konstruksi beton dan perkerasan yang canggih…." tautnya:
"Berwisata ke taman hiburan seperti Disneyland atau Dunia Fantasi tentulah menyenangkan. Wisata ini menjadi lebih mengasyikkan jika ternyata lokasi yang dikunjungi adalah pulau hasil reklamasi di muara sungai yang sekaligus juga berfungsi sebagai infrastruktur penahan banjir dari badai dan gelombang pasang laut…." tautnya:
Masih dalam konteks penataan ruang tepian air, catatan pesiar saya di sungai Nieuw Maas Rotterdam mungkin bisa jadi tambahan informasi untuk mengembangkan kegiatan wisata di tepi sungai.
"Mengunjungi kota Rotterdam, Belanda, membawa saya untuk melihat dari dekat Erasmusbrug atau Jembatan Erasmus si tengaran kota di Sungai Nieuw Maas. Setibanya di lokasi, saya dan tiga orang rekan Indonesia menemukan sebuah rute perjalanan yang luar biasa, berpesiar di Sungai Nieuw Maas dengan kapal pesiar Spido. Perjalanan kali ini tampaknya cukup nyaman dengan mulai menghangatnya udara serta cerahnya cuaca di akhir musim semi."
tautnya:
September 9th, 2007 at 7:21 am
Ass.wr.wb
wah sy baca blognya…jadi inget mata kuliah sy??
boleh kenalan g?
sy pengen lebih tau banyak pengalaman2nya???
sy fresh graduated dr UGM geografi fisik lingkungan dan banyak sekali berkecimpung di dunia”kebencanaan”
seneng baget ktm org yang se”faham”
nice to meet u
zizah
azell_adg@yahoo.com
October 13th, 2007 at 6:30 pm
silakan aja, bisa add saya di abdiro@yahoo.com
kalo dari Geografi UGM, saya kenal baik sama pak Sudibyakto, temen maen di enschede dulu, dia juga bantuan riset saya di Aceh
seneng kenalan dg Anda
September 20th, 2008 at 4:23 am
how to implement this polder system in less developed country like bgdesh? i found here water clogging after the rain has became part of daily life